kan

LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MUTU
LSSM IQS

Jl. Raya Bandung Km 4 Rawabango, Karang tengah, Cianjur Telp/Fax. 0263-290612

 

Profile

  • Logo LSSM IQS

    photos/image0.jpg

     

    Image1
  • Sertifikat LSSM Vedca-IQS

    photos/image1.jpg

     

    Image1
  • Struktur Organigram

    photos/image2.jpg

     

    Image2
  • Fakta Integritas

    photos/image6.jpg

     

    Image2
  • Susunan Komite/Dewan Pembina LSSM Vedca-IQS

    photos/image7.jpg

     

    Image2
  • Kegiatan Sertifikasi

    photos/image3.jpg

    Lokasi: Gedung SMK Kristen 5 Klaten - Jawa Tengah

    Image3
  • Proses Kegiatan Sertifikasi

    photos/image4.jpg

    Lokasi: Gedung SMK Kristen 5 Klaten - Jawa Tengah

    Image4
  • Proses Kegiatan Sertifikasi

    photos/image5.jpg

    Lokasi: Gedung SMK Kristen 5 Klaten - Jawa Tengah

    Image5

PROFIL LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MUTU

LSSM IQS

  

A.     GAMBARAN UMUM

LSSM-IQS, awal mulanya bernama VEDCA-IQS merupakan suatu lembaga  yang melakukan kegiatan sertifikasi sistem mutu ISO 9001:2008, yang menfokuskan pada bidang pendidikan. VEDCA-IQS didirikan berdasarkan AKTA Notaris Rika Ruchyanti, SH tanggal 10 Desember 2007 no. 1 yang berkedudukan di Jalan Jangari Km 14 Cianjur Jawa Barat. Pada tanggal 19 Desember 2008 mendapatkan akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dalam bidang sertifikasi ISO 9001:2008 khusus dalam bidang pendidikan. Sejak tanggal 23 Mei 2013 secara resmi berubah nama menjadi LSSM-IQS serta dikukuhkan dengan AKTA Notaris Kusnadi,S.H.,M.H.,M.Kn., tanggal 11 Juni 2013 NOMOR 158, yang diperbaiki dengan AKTA Notaris Kusnadi,S.H.,M.H.,M.Kn., tanggal 30 Juli 2013 NOMOR 160.

 

VISI

Meraih standar yang lebih baik dalam penjaminan  sistem manajemen mutu bagi lembaga pendidikan dan pelatihan, melalui pembentukan lembaga yang profesional.

 

MISI

  • Menyelenggarakan layanan sertifikasi sistem mutu bagi lembaga pendidikan
  • Melakukan pengkajian, pengembangan dan penerapan sistem manajemen mutu bidang pendidikan
  • Melakukan penjaminan mutu bagi lembaga yang tersertifikasi
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan sistem manajemen mutu bidang pendidikan

 

 

KEBIJAKAN MUTU

Kebijakan Mutu LSSM –IQS adalah:

”Memberikan pelayanan terbaik dalam melakukan sertifikasi kepada lembaga/perusahaan yang menerapkan Sistem Manajemen Mutu”.

 

B.    STRUKTUR ORGANISASI

Dalam kegiatan sehari-hari, IQS dipimpin oleh seorang Direktur yang dibantu oleh Manajer Mutu, Manajer Operasional, Manajer Administrasi dan Personalia, dan dipantau oleh Komite.

 

 

Susunan Personalia :

Ketua Dewan Pembina   

Direktur                                

Manajer Mutu                     

Manajer Opersaional        

Manajer Administrasi       

:

:

:

:

:

DR. Ir. M. Bakhrun Dahlan

Sholichin, S.Ag., MM

Ir. Nurdi Ibnu Wibowo, MP

Drh. K. Udy Pramono, MM.

Eka Nurlela, AMd.

 

C.    LINGKUP SERTIFIKASI

LSSM-IQS berusaha mengembangkan sistem manajemen dan memberikan sertifikasi bagi lembaga-lembaga pendidikan yang menerapkan sistem manajemen mutu. Ruang lingkup yang  dikembangkan oleh LSSM-IQS adalah dalam bidang Pendidikan, Kesehatan, Pertanian dan Kelautan. Namun demikian untuk tahap awal  fokus dalam bidang Pendidikan, dengan sasaran sebagai berikut:

  • Pendidikan Taman Kanak-Kanak (TK/RA dan PAUD)
  • Pendidikan Dasar (SD/MI dan SMP/MTs)
  • Pendidikan Menengah (SMA/SMK/MA)
  • Pendidikan Tinggi (Diploma, S1, S2, S3)
  • Pendidikan Non Formal
  • Lembaga Pendidikan dan Pelatihan
  • Lembaga Pengelola Pendidikan/Kantor pendidikan

 

D.    AUDITOR

LSSM IQS selalu mengembangkan kompetensi  SDM nya, utamanya auditor. Sampai saat ini auditor yang dimiliki oleh LSSM-IQS berjumlah 13 orang berikut:

  1. DR. Ir. M. Bakrun Dahlan, MM. (Lead Auditor)
  2. Drh. K. Udy Pramono, MM. (Lead Auditor)
  3. Ir. Nurdi Ibnu Wibowo, MP. (Lead Auditor)
  4. Dra. Hakiki Yuwandari, M.MPd. (Lead Auditor)
  5. Ir. Cahyana Yuni Asmara, MSi. (Lead Auditor)
  6. DR. Ir. Widi Agustin, MP. (Lead Auditor)
  7. Ir. Setio Purnomo, MP.
  8. Ir. Adang Suryana, M.Si. (Lead Auditor)
  9. DR. Ir. Danik Dania As, MP.
  10. Muchroji, SE. MP.
  11. Ari Budiarto, S.Hut., M.Si.
  12. Lina Yuniarti, SE.
  13. Ir. Ngajiyo
  14. Asep Tatang, S.Pd (Auditor Magang)
  15. Khoironi, S.Pi (Audior Magang)
  16. Woro Nugroho, S.Pd (Auditor Magang)

 

E.     SEKILAS PROSES SERTIFIKASI

Proses sertifikasi  yang dilakukan oleh LSSM IQS berdasarkan pada filosofi dari asesmen yang independen dan peraturan-peraturan lembaga sertifikasi yang disetujui atau regulasi yang diterapkan di negara ini, seperti Pedoman-Pedoman BSN dan persyaratan-persyaratan Komite Akreditasi Nasional serta ISO 17021:2011.

Kriteria Sistem Mutu Pelanggan yang diases harus sesuai dengan Standar Sistem Mutu atau dokumen normatif lainnya yang relevan dengan fungsi yang dilaksanakan. Jika suatu ketentuan diperlukan sebagai pelengkap dokumen untuk program sertifikasi khusus, ketentuan tersebut harus dirumuskan bersama komite atau orang yang terkait dan tidak memihak yang  memiliki  kompetensi teknis, dan dipublikasikan oleh LSSM IQS.

Dalam menjalankan sertifikasi :

  • LSSM IQS memegang teguh filosofi kebebasan, kekonsistenan dan pemahaman Standar Nasional dan Internasional sebagaimana tercantum dalam Lingkup Sertifikasi.
  • Prioritas utama dan hal terpenting bagi LSSM IQS dalam memberikan pelayanan pada klien adalah kepuasan pelanggan dengan cara menyediakan tenaga Auditor yang kompeten.
  • Dalam mewujudkan kebijakan tersebut, LSSM IQS telah menetapkan dan akan memelihara serta menerapkan program serta prosedur secara efisien pada fungsi yang sesuai dengan persyaratan atau sesuai dengan “PEDOMAN ISO 17021:2011, Persyaratan Umum untuk Lembaga Pelaksana Asesmen dan Lembaga Sertifikasi/Registrasi Sistem Mutu.

 

Penyerahan sertifikat ISO 9001:2008 di SMKN 1 Trucuk Klaten

 

 

Kegiatan Audit di salah satu Klien

 

PERNYATAAN

 

LEMBAGA SERTIFIKASI SISTEM MANAJEMEN MUTU IQS

 

Direktur Lembaga Sertifikasi Sistem Manajemen Mutu-IQS menyatakan bahwa Lembaga ini melaksanakan sertifiksi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, dengan ketentuan:

  1. komitmen terhadap ketidakberpihakan dalam melakukan sertifikasi sistem manajemen;
  2. mengidentifikasi, menganalisis dan mendokumentasikan kemungkinan konflik kepentingan yang timbul dari penyediaan sertifikasi;
  3. tidak mensertifikasi lembaga sertifikasi lain untuk kegiatan sertifikasi sistem manajemen;
  4. tidak menawarkan atau menyediakan konsultan sistem manajemen;
  5. tidak menawarkan atau menyediakan audit internal kepada klien yang disertifikasi;
  6. tidak mensertifikasi suatu sistem manajemen pada klien yang telah menerima konsultan sistem manajemen atau audit internal, dimana hubungan antara organisasi konsultan dengan lembaga sertifikasi menunjukkan ancaman yang tidak dapat diterima terhadap ketidakberpihakan lembaga sertifikasi;
  7. tidak memberikan jasa audit kepada organisasi konsultan sistem manajemen karena merupakan suatu ancaman yang tidak dapat diterima terhadap ketidakberpihakan lembaga sertifikasi;
  8. tidak boleh dipasarkan atau diberi kesempatan yang terkait dengan kegiatan organisasi konsultan sistem manajemen;
  9. tidak ada konflik kepentingan, personel yang telah memberikan konsultasi sistem manajemen termasuk mereka yang bertindak dalam kapasitas manajerial tidak boleh digunakan oleh lembaga sertifikasi untuk mengambil bagian dalam audit atau kegiatan sertifikasi lainnya;
  10. seluruh personel lembaga sertifikasi, baik internal maupun eksternal, atau komite yang dapat mempengaruhi kegiatan sertifikasi harus bertindak secara tidak berpihak dan tidak diizinkan memberi tekanan komersial, keuangan atau tekanan lainnya yang  mengkompromikan ketidakberpihakan.

 

Cianjur, 2 Agustus 2013

Direktur

 

 

 

Sholichin, S.Ag. MM.


 

10 Berita Terbaru
copyright:lssm-iqs.2014